Maksimalkan Ibadah Dengan Beritikaf. Dalam hadist meriwayatkan, Aisyah berkata "Untuk menyisir rambutnya, Rasulullah melongokan kepalanya keluar dari masjid kemudian Aisyah menyisir rambut beliau, padahal beliau dalam keadaan beritikaf dan Rasulullah tidak pernah pulang kecuali karena ada alasan yang mengharuskan dia keluar dari tempat itikaf". (HR Bukhari dan Muslim) Sedangkan niat i'tikaf di ruangan rumah yang dikhususkan untuk shalat dapat dilakukan dengan niat mengikuti pendapat ulama yang memperbolehkan i'tikaf di tempat tersebut lalu melafalkan kalimat berikut dalam hati: نَوَيْتُ الإعْتِكَافَ فِى هَذَا الْمَكَانِ لله تَعَالَى. Keempat tidak berbicara kecuali perkataan yang baik.
Melaksanakan i'tikaf di masjid pada malam hari merupakan harapan dan semangat dalam menunggu turunnya lailatul qadar dengan membaca Al-Quran dan melantunkan berbagai doa malam lailatul qadar.
Dikutip situs Nahdlatul Ulama (NU), secara terminologi itikaf adalah berdiam diri di masjid disertai dengan niat.
Namun, pengalaman spiritual ini tidak bisa dibangun dalam semalam. Pengalaman spiritual diperoleh dengan melaksanakan ibadah secara khusyuk dan melakukan perenungan. Untuk baca Alquran klik di sini.







Komentar
Posting Komentar